Dalam pemrosesan mineral, pengumpan merupakan penghubung penting antara silo dan penghancuran hilir peralatan penggilingan . Mereka beroperasi di lingkungan yang sangat keras, seringkali terkena dampak material dengan intensitas tinggi dan frekuensi tinggi. Terutama ketika terjadi bongkahan batu besar yang tidak terduga atau penyumbatan parah, pengumpan harus memiliki perlindungan yang andal dan mekanisme tanggap darurat yang efisien untuk menghindari kerusakan peralatan, waktu henti sistem, dan insiden keselamatan.
Mekanisme Perlindungan Struktural untuk Batu Besar
Batu-batu berukuran besar yang tidak terduga bisa sangat merusak komponen struktur pengumpan, sehingga memerlukan ketahanan benturan yang luar biasa.
1. Desain Sistem Penyangga dan Penyerapan:
Idler dan Impact Bed Ketangguhan Tinggi: Di zona penurunan belt feeder, impact bed khusus harus digunakan sebagai pengganti roller penyangga tradisional. Lapisan dampak biasanya terbuat dari polietilen dengan berat molekul tinggi atau polietilen dengan berat molekul sangat tinggi (UHMWPE). Mereka memberikan dukungan yang seragam dan terus menerus, secara efektif menyerap energi kinetik dari bongkahan bijih yang jatuh dan menghilangkan gaya tumbukan, mencegah robeknya sabuk secara instan atau deformasi penyangga roller.
Palung dan dek tugas berat: Untuk apron dan pengumpan getar, palung dan dek harus dibuat dari baja paduan berkekuatan tinggi, seperti baja Hadfield atau baja paduan tahan aus. Lapisan aus berdinding tebal yang dapat diganti harus dipasang secara internal. Lapisan penyangga yang sesuai atau sambungan yang dapat digerakkan harus disediakan antara lapisan dan struktur utama untuk memungkinkan deformasi minimal guna menghilangkan energi benturan.
2. Redundansi dan Kekuatan Komponen Penggerak Utama:
Rantai Penggerak Tugas Berat dan Rantai Apron: Rantai penggerak dan apron pan dari pengumpan apron harus jauh melebihi kapasitas muatan yang dirancang untuk memastikan bahwa rantai tidak putus atau apron tidak menyerah secara permanen meskipun terkena benturan yang tiba-tiba dan signifikan.
Peredam dan Motor Margin Tinggi: Sistem penggerak harus menggunakan produk tugas berat dengan faktor servis tinggi untuk memastikan produk tersebut mampu menahan kelebihan beban jangka pendek dan torsi tumbukan.
Mekanisme Pencegahan dan Perlindungan Diri terhadap Penyumbatan Bijih
Penyumbatan bijih biasanya terjadi di saluran keluar silo, saluran, atau pengumpan itu sendiri dan merupakan penyebab utama waktu henti peralatan.
1. Sistem Pemantauan dan Peringatan Dini Secara Real-Time:
Pemantauan Ketinggian dan Aliran: Pengukur ketinggian radar, pengukur ketinggian ultrasonik, atau sensor tekanan harus dipasang di lokasi-lokasi penting di saluran keluar silo di bagian hulu pengumpan dan di saluran di bagian hilir. Sensor-sensor ini memantau aliran material secara real-time dan memicu alarm jika mendeteksi penurunan tajam aliran atau ketinggian material yang sangat tinggi.
Pemantauan dan Perlindungan Arus Motor: Dengan terus memantau arus listrik motor penggerak, kita dapat mengidentifikasi peningkatan pesat arus motor ketika penyumbatan menyebabkan peningkatan beban operasi pengumpan secara tiba-tiba. Sistem kontrol harus menetapkan ambang batas perlindungan beban berlebih. Setelah tercapai, sistem akan mati secara otomatis atau mengurangi kecepatan untuk melindungi komponen motor dan transmisi mekanis dari kerusakan.
2. Mekanisme Interlock Mekanik dan Elektrikal:
Penyalaan Berurutan dan Pematian yang Saling Bertautan: Pengumpan harus saling bertautan secara elektrik dengan peralatan hilir (seperti penghancur dan pabrik). Jika perangkat hilir tidak berfungsi atau mati, pengumpan harus segera dihentikan untuk mencegah penumpukan material dan penyumbatan sekunder.
Sakelar Kabel Tarik Darurat: Sakelar kabel tarik darurat dipasang di sepanjang pengumpan. Hal ini memungkinkan operator di lokasi untuk segera mematikan listrik jika mereka mendeteksi bijih besar atau penyumbatan serius, sehingga melindungi peralatan dan personel.
Mekanisme Tanggap Darurat dan Pemulihan Cepat Setelah Terjadi Penyumbatan
Ketika penyumbatan telah terjadi, mekanisme tanggap darurat yang efektif adalah kunci untuk meminimalkan waktu henti dan melanjutkan produksi dengan cepat.
1. Fungsi Operasi Pembalikan dan Pembersihan Mandiri:
Beberapa pengumpan apron tugas berat dirancang dengan operasi pembalikan jarak pendek. Jika terjadi penyumbatan yang bukan disebabkan oleh kegagalan mekanis yang serius, pembalikan singkat dengan kecepatan rendah dapat membantu melonggarkan material dan berupaya membersihkan penyumbatan. Operasi ini harus mengikuti prosedur keselamatan dengan ketat dan dilakukan di ruang kontrol atau di bawah bimbingan teknisi yang berkualifikasi.
2. Desain yang Mudah Dibersihkan:
Peluncuran yang Dapat Dilepas dengan Cepat: Peluncuran atau peluncuran harus bersifat modular dan dapat dilepas dengan cepat. Hal ini memungkinkan personel pemeliharaan dengan cepat membuka lubang pembersihan atau melepaskan bagian struktur untuk pembersihan manual jika terjadi penyumbatan yang sulit dibersihkan.
Sistem Kliring Pendorong Hidraulik: Untuk pengumpan yang menangani material basah, lengket, atau material yang mudah melengkung, pendorong hidraulik atau vibrator pneumatik dapat diintegrasikan sebagai alat kliring tambahan. Hal ini dapat memecah lengkungan atau mendorong material pada tahap awal penyumbatan dengan menerapkan kekuatan eksternal.
3. Diagnosis Kesalahan dan Pencatatan Informasi:
Sistem kontrol pengumpan modern harus mencakup pencatatan kesalahan, yang mencatat informasi rinci tentang puncak arus motor, data getaran, waktu henti, dan penyebabnya, memberikan dukungan data untuk analisis kesalahan selanjutnya dan optimalisasi proses.
EN
