Tangki pencampur penambangan adalah peralatan inti untuk pemrosesan bubur dan pencampuran bahan kimia. Selama pengoperasian jangka panjang, mereka rentan terhadap berbagai tingkat korosi akibat korosi bubur, keausan, dan reaksi kimia. Korosi tidak hanya memperpendek umur peralatan tetapi juga menyebabkan gangguan produksi dan peningkatan biaya pemeliharaan. Pemantauan korosi secara ilmiah dan sistematis sangat penting untuk memastikan pengoperasian yang aman dan meningkatkan efisiensi produksi.
1. Inspeksi Visual
Inspeksi visual adalah metode pemantauan korosi yang paling intuitif. Inspeksi rutin pada dinding bagian dalam tangki, poros pengaduk, impeler, serta area saluran masuk dan keluar dapat menunjukkan adanya korosi, karat, pengelupasan, atau lubang yang terlokalisir. Inspeksi visual cocok untuk deteksi dini korosi dan juga dapat membantu menilai efek gabungan dari keausan mekanis dan korosi kimia. Dikombinasikan dengan pencahayaan intensitas tinggi atau endoskopi, inspeksi visual dapat menembus titik buta dan segera mengidentifikasi potensi risiko korosi.
2. Pengukuran Ketebalan
Mengukur ketebalan logam tangki merupakan metode penting untuk menilai korosi secara kuantitatif. Pengukur ketebalan ultrasonik dapat mengukur lokasi berbeda pada tangki, baik selama pengoperasian maupun selama penghentian, untuk mencatat tren ketebalan. Pengukuran rutin dapat menentukan laju korosi dan mengidentifikasi area berisiko tinggi. Pengukuran ketebalan mudah dioperasikan dan menyediakan data intuitif, sehingga cocok untuk pemantauan rutin dan pelacakan jangka panjang, memberikan dasar untuk desain dan pemeliharaan perlindungan korosi.
3. Metode Pemantauan Elektrokimia
Pemantauan elektrokimia menggunakan kurva arus, potensial, atau polarisasi korosi untuk menilai korosi logam tangki. Metode umum termasuk spektroskopi impedansi elektrokimia (EIS), analisis kurva polarisasi, dan polarisasi linier. Dengan memasang elektroda di lokasi-lokasi penting pada tangki, perubahan arus korosi dipantau secara real-time, yang secara akurat mencerminkan laju korosi pada permukaan logam. Metode ini sangat sensitif dan dapat digunakan untuk pemantauan online, sehingga cocok untuk slurry yang sangat korosif dan tangki pencampur yang beroperasi terus-menerus.
4. Metode Pemantauan Indikator Pelapisan dan Korosi
Metode pemantauan lapisan dan indikator korosi menggunakan reaksi visual atau kimia untuk menentukan status korosi. Delaminasi, lecet, atau perubahan warna pada permukaan lapisan anti korosi menunjukkan kemungkinan korosi pada substrat. Indikator korosi dapat menunjukkan perubahan lingkungan asam basa atau korosi lokal melalui perubahan warna. Metode ini mudah dioperasikan dan cocok untuk menilai dengan cepat tingkat korosi tangki, terutama pada perlakuan kimia dan kondisi bubur suhu tinggi.
5. Metode Pemantauan Sensor Online
Perusahaan pertambangan modern semakin banyak mengadopsi teknologi sensor online untuk memantau korosi tangki pencampur. Sensor dapat mengukur pH cairan, konduktivitas, suhu, laju aliran, dan laju korosi, sehingga memungkinkan pemantauan otomatis dan berkelanjutan. Data online dapat dianalisis secara real time oleh sistem kontrol, memberikan peringatan dini terhadap potensi risiko korosi. Pemantauan sensor mengurangi frekuensi inspeksi manual, meningkatkan keselamatan, dan memberikan dukungan data untuk pemrosesan bubur cerdas.
6. Pemantauan Getaran dan Akustik
Pemantauan getaran dan akustik terutama digunakan untuk mendeteksi pelemahan struktural atau penyebaran retakan yang disebabkan oleh korosi. Ketika tangki terkena erosi lumpur dan agitasi mekanis, area yang terkorosi dapat menghasilkan getaran atau sinyal akustik yang tidak normal. Dengan memasang akselerometer atau sensor akustik dan menganalisis perubahan pola getaran, korosi lokal dan cacat struktural dapat diidentifikasi. Metode ini cocok untuk tangki pencampur besar dan lingkungan yang beroperasi terus-menerus, melengkapi metode deteksi korosi tradisional.
7. Pengambilan Sampel Reguler dan Analisis Kimia
Mengambil sampel lumpur dan air dari tangki dan menganalisis konsentrasi ion logam terlarut, pH, dan potensi redoks secara tidak langsung dapat menilai status korosi tangki. Peningkatan konsentrasi ion logam sering kali mengindikasikan korosi aktif pada material tangki. Analisis kimia rutin, dikombinasikan dengan pengukuran ketebalan dan inspeksi visual, dapat menilai tren korosi secara komprehensif dan memberikan dasar ilmiah untuk tindakan pencegahan.
EN
